Mahasiswa Tadris IPA UIN KHAS Jember Belajar Langsung Prakiraan Cuaca di BMKG Banyuwangi

Banyuwangi — Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) FTIK TADRISIPA UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan melalui kegiatan kunjungan edukasi ke Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi pada Senin (19/5). Sebanyak 94 mahasiswa mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan mata kuliah Astronomi dan Kebumian.

Kegiatan studi lapang tersebut bertujuan memberikan wawasan sekaligus pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Selain itu, mahasiswa juga diajak memahami implementasi ilmu kebumian dalam pelayanan informasi publik dan mitigasi kebencanaan.

Pembelajaran Interaktif Bersama Praktisi BMKG

Untuk mendukung efektivitas kegiatan, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok dalam dua sesi utama, yaitu pemaparan materi dan pengenalan alat meteorologi. Pembagian kelompok dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif dan memungkinkan mahasiswa berdiskusi secara lebih intensif dengan para praktisi BMKG.

Pada sesi pemaparan materi, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai tugas dan fungsi BMKG yang disampaikan oleh Agung Dwi Nugroho, S.Tr. (PMG Muda), kemudian dilanjutkan oleh Freddy Dwi Kurniawan, S.P. (PMG Pertama). Materi yang dibahas mencakup informasi cuaca, iklim, gempa bumi, hingga tsunami.

Suasana diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Mahasiswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses prakiraan cuaca, pengamatan atmosfer, serta peran BMKG dalam mendukung keselamatan masyarakat melalui penyebaran informasi meteorologi dan geofisika.

Mengenal Alat Meteorologi dan Ruang Forecaster

Pada sesi berikutnya, mahasiswa diajak mengunjungi Taman Alat Meteorologi untuk mengenal berbagai instrumen pengamatan cuaca beserta fungsi dan cara kerjanya. Kegiatan ini didampingi oleh Rezky Prasetyo Hartiwi, S.Tr. (PMG Muda), bersama Freddy Dwi Kurniawan, S.P. dan Agung Dwi Nugroho, S.Tr.

Mahasiswa angkatan 2024 juga memperoleh kesempatan mengunjungi ruang observer dan forecaster untuk melihat secara langsung proses pengamatan, pengolahan data, hingga penyampaian informasi cuaca kepada masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi momen berharga karena mahasiswa dapat memahami penerapan ilmu astronomi dan kebumian secara nyata di dunia kerja profesional.

Mewujudkan Pembelajaran IPA Berbasis Pengalaman Lapangan

Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris IPA UIN KHAS Jember terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran IPA yang kontekstual, aplikatif, dan berbasis experiential learning. Kegiatan studi lapang diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap ilmu kebumian dan mitigasi bencana.

Dinar Maftukh Fajar selaku Koorprodi Tadris IPA, melalui akun Instagram resmi @tadrisipa.uinkhasjember, mengungkapkan bahwa kegiatan ini disebut sebagai langkah nyata untuk mengenal ilmu lebih dekat dengan kehidupan. “Semoga pengalaman ini menjadi bekal ilmu, menambah wawasan, serta mempererat kebersamaan dalam satu langkah menuju generasi pendidik IPA yang inspiratif,” tuturnya.

Sebagai penutup kegiatan, dilaksanakan sesi foto bersama serta penyerahan cendera mata dari UIN KHAS Jember kepada Stasiun Meteorologi Banyuwangi sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan.

Program Studi Tadris IPA UIN KHAS Jember sendiri merupakan salah satu program studi unggulan di lingkungan FTIK TADRISIPA yang secara konsisten mengintegrasikan keilmuan IPA, pembelajaran inovatif, serta nilai-nilai keislaman dalam mencetak calon pendidik sains yang profesional dan berdaya saing (RH/DMF).

 

Bagikan: