Hadapi Era Digital, Tadris IPA UIN KHAS Jember akan Gelar Kuliah Tamu dan Seminar Nasional tentang Pemanfaatan AI
Program Studi Tadris IPA FTIK UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember menggelar dua kegiatan akademik berturut-turut, yakni Kuliah Tamu pada Selasa, 14 Oktober 2025, dan Seminar Nasional pada Rabu, 15 Oktober 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Sabar Nurohman, M,Pd, Koordinator Prodi S2 Pendidikan IPA , UNY. Kedua kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan sains yang terus berkembang pesat.
Pada kegiatan Kuliah Tamu, tema yang diangkat adalah “Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran IPA” dengan sasaran utama mahasiswa semester 3. Sedangkan Seminar Nasional mengusung tema “Pemanfaatan AI untuk Menggali Ide Riset dan Karya Ilmiah Bidang Pendidikan IPA” yang diikuti oleh mahasiswa semester 5. Kedua kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penguatan prodi serta upaya untuk meningkatkan kualitas penelitian yang relevan dengan tantangan era digital.
Pemilihan tema terkait AI didasari pada fenomena maraknya penggunaan berbagai tools AI oleh mahasiswa dalam mengerjakan tugas kuliah. Meskipun teknologi ini mempermudah pekerjaan, namun di sisi lain dapat menurunkan kemampuan problem solving dan kreativitas, bahkan menimbulkan ketergantungan yang berlebihan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami cara menggunakan AI secara bijak, kreatif, dan produktif sehingga dapat mendukung pembelajaran dan penelitian, bukan menggantikan proses berpikir ilmiah itu sendiri.
Kaprodi Tadris IPA, Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.P.Fis., menyampaikan bahwa pemanfaatan AI harus diarahkan untuk mendukung inovasi pembelajaran dan pengembangan penelitian yang berkualitas. “AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu untuk memperkaya ide dan memperluas referensi dalam membuat rencana pembelajaran maupun penelitian. Jika digunakan dengan tepat, AI dapat menjadi mitra yang mendorong mahasiswa berpikir lebih kritis dan kreatif, sehingga dengan urgenitas tersebut maka diharapkan mahasiswa hadir untuk menimba dan memperkaya ilmu dan wawasan” ungkapnya. Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa agar menjadi generasi akademik yang adaptif terhadap teknologi namun tetap berpegang pada nilai ilmiah dan etika akademik. (RH/ DMF/ KM)




