Mahasiswa Tadris IPA UIN KHAS Jember mendapat undangan sebagai 80 artikel Terbaik yang akan Tampil secara offline di ICNARA 2025
Pada Jumat, 9 Oktober 2025, dua mahasiswa Program Studi Tadris IPA FTIK UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember mendapat kehormatan untuk tampil secara offline di ajang bergengsi The International Conference on Islam Nusantara (ICNARA): Seminar Serantau Peradaban Islam IV 2025 yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere, Surabaya. Kesempatan ini diberikan kepada peserta yang terpilih sebagai 80 artikel terbaik dari ratusan naskah yang masuk dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri.
Undangan untuk tampil secara luring ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan akademik bagi peneliti muda yang karya ilmiahnya dinilai unggul dari segi kebaruan, relevansi, dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Mahasiswa Tadris IPA yang terpilih untuk mempresentasikan hasil penelitiannya adalah Muhammad Syaiful Rizal dengan judul “Tradisi Tota’an Doro Hasil Akulturasi Budaya sebagai Representasi Pengetahuan Lokal Masyarakat Pandhalungan”; Nurul Istiqomah dengan judul “Revitalization of Traditional Preservation of Bawean Deer as Endemic Animals on Bawean Island, Gresik”; dan Islakhati Ainun Sholikhah dengan judul "Transformation of Local Knowledge of the Ruwat Agung Tradition of Petirtaan Jolotundo Mojokerto into a Scientific Concept as a Source of Science Learning". Ketiganya sama-sama dibimbing oleh Ibu Rafiatul Hasanah, M.Pd yang fokus membidangi kajian etnosains.
Kedua penelitian tersebut mengangkat kearifan lokal masyarakat Indonesia sebagai sumber inspirasi ilmiah melalui kajian etnosains. Pendekatan ini tidak hanya menyoroti tradisi dan budaya sebagai warisan lokal, tetapi juga mengaitkannya dengan konsep-konsep ilmiah dalam pembelajaran sains. Melalui integrasi tersebut, penelitian mereka menunjukkan bagaimana pengetahuan tradisional dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan ilmiah yang mendukung pembelajaran IPA yang kontekstual, relevan, dan bermakna.
Keberhasilan mahasiswa Tadris IPA ini menunjukkan bahwa pengembangan riset berbasis etnosains mendapat perhatian serius di kalangan akademisi. Selain memperkuat identitas keilmuan lokal, pendekatan ini juga sejalan dengan arah pendidikan sains modern yang menekankan pada integrasi nilai, budaya, dan lingkungan. Melalui forum internasional seperti ICNARA, mahasiswa tidak hanya mempublikasikan hasil penelitian mereka, tetapi juga memperkenalkan keunikan budaya Nusantara kepada komunitas ilmiah global.
Koorprodi Tadris IPA, Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.P.Fis., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tersebut. “Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi mahasiswa dan dosen pembimbing, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Prodi Tadris IPA. Kami berharap kesempatan ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, meneliti, dan berkontribusi melalui riset yang berakar pada kearifan lokal dan berdaya saing global,” ujarnya. (RH/DMF?KM)
Adapun undangan Pemakalah Terbaik dapat dilihat disini.




