Tadris IPA UIN KHAS Jember Turut Mewarnai Organisasi Profesi Pendidik IPA Indonesia
Malang (15/02/2025) – Program Studi Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember terus menunjukkan kiprahnya dalam jaringan profesional pendidikan sains di Indonesia. Hal ini ditunjukkan melalui keikutsertaan Tadris IPA dalam Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII), sebuah organisasi profesi yang mewadahi guru dan dosen di bidang pendidikan IPA, termasuk fisika, kimia, dan biologi.
PPII memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan IPA di Indonesia melalui penguatan kompetensi pendidik, pengembangan inovasi pembelajaran, serta memperluas jejaring kerja sama antarpendidik di berbagai jenjang. Selain itu, PPII juga berfungsi sebagai wadah komunikasi, publikasi ilmiah, advokasi kebijakan pendidikan, sekaligus mendorong internasionalisasi melalui kolaborasi riset dan pengembangan jejaring global.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PPII Wilayah Jawa Timur yang diselenggarakan di Malang pada 15 Februari 2025, terpilih kepengurusan baru PPII Jawa Timur. Prof. Habiddin, M.Pd. (Universitas Negeri Malang) ditetapkan sebagai Ketua PPII Jawa Timur menggantikan Dr. Munzil, M.Si. (Universitas Negeri Malang). Momen ini juga menjadi kabar membanggakan bagi UIN KHAS Jember, karena delegasi dari UIN KHAS Jember dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan baru, khususnya pada bidang Kerja Sama. Kepercayaan ini menunjukkan bahwa Tadris IPA UIN KHAS Jember tidak hanya berperan aktif dalam lingkup akademik internal, tetapi juga turut mewarnai dinamika organisasi profesi tingkat nasional.
Keterlibatan Tadris IPA dalam PPII diharapkan mampu memperkuat peran Tridharma Perguruan Tinggi, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Melalui jejaring ini, prodi memiliki peluang besar untuk menjalin kolaborasi, baik dalam bentuk penelitian bersama, publikasi, maupun kegiatan akademik yang berskala nasional dan internasional. Lebih jauh, keberadaan dosen Tadris IPA di kepengurusan PPII juga diharapkan memberi dampak positif bagi mahasiswa, karena keterlibatan mereka dalam kegiatan ilmiah dapat membuka pengalaman baru, memperluas wawasan, serta mempersiapkan daya saing di tingkat global.
Tidak hanya itu, kiprah Tadris IPA dalam PPII juga sejalan dengan upaya untuk mengubah paradigma bahwa sains adalah bidang yang sulit. Sebaliknya, IPA justru menarik dan menyenangkan karena berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah. Melalui PPII, Tadris IPA UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun ekosistem pendidikan sains yang unggul, visioner, dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional. (DF)




