Teliti tentang Etnobotani di Arak-Arak, Mahasiswa Tadris IPA Tampil dalam Konferensi Internasional
Pada Selasa, 2 September 2025, mahasiswa Program Studi Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember, Sefa Fausiyah, berhasil tampil dalam kegiatan Seminar Internasional yang diselenggarakan di UIN Syekh Wasil Kediri. Kegiatan ini menjadi ajang bergengsi bagi para mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian yang telah mereka lakukan dalam tugas akhir skripsi.
Sefa mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Wild Plants as Food for Communities Living Near The Arak-arak Bondowoso Teak Forest”. Penelitian tersebut mengangkat tema etnosains, yaitu kajian tentang pengetahuan masyarakat lokal di sekitar Gunung Arak-arak, Bondowoso, mengenai tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Melalui penelitian ini, Sefa menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kearifan lokal yang penting dalam menjaga ketahanan pangan dan pelestarian biodiversitas di lingkungan sekitar hutan jati.
Selain Sefa, beberapa mahasiswa Tadris IPA lainnya juga turut berpartisipasi dalam seminar internasional tersebut. Mereka adalah Al Fina Nurul Aisyah dengan penelitian “Development of Student Worksheets Based on Integrated Field-Based Learning Using PlantNet in Teaching Plant Classification to Seventh Grade Junior High School Students”, Aninditya Messaurina Faisol dengan penelitian “Exploring the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) of Guru Penggerak (Teacher Leaders) in Banyuwangi, Indonesia”, serta Mochamad Khosyillah dengan penelitian “The Influence of Project-Based Learning (PJBL) Model on Holistic Learning Outcomes in Plant Classification at SMP Asy-Syarifiy”.
Ketua Program Studi Tadris IPA, Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.P.Fis., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian mahasiswa dalam forum ilmiah internasional ini. Ia menegaskan bahwa penelitian bertema etnosains menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi Prodi Tadris IPA, yaitu melaksanakan pendidikan sains yang berlandaskan integrasi ilmu, keislaman, dan kearifan lokal. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga berperan aktif dalam memperkenalkan potensi lokal Indonesia di kancah global. (RH/ DMF/ KM)




