Dosen UIN KHAS Jember Ikuti International Academic Mobility di Malaysia
Pengalaman berharga dan penuh makna dirasakan oleh Mohammad Wildan Habibi, M.Pd, dosen Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember, saat mengikuti Program International Academic Mobility yang berlangsung pada 8–11 April 2026 di Malaysia.
Program ini diikuti oleh 80 dosen dari 47 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Kegiatan meliputi kunjungan akademik ke tiga kampus ternama di Malaysia, yaitu Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT), Universiti Sains Malaysia (USM), dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), serta kegiatan pengabdian masyarakat bersama Paguyuban Minang Saiyo dan PCINU Muslimat Malaysia.
Kunjungan pertama pada Rabu (8/4) dilaksanakan di TAR UMT, salah satu universitas swasta unggulan di Malaysia. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi pengembangan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan industri serta upaya mencetak lulusan yang kompetitif di dunia kerja. Diskusi berlangsung interaktif, disertai penjajakan kerja sama seperti MoU, MoA, guest lecture, pertukaran mahasiswa, hingga program magang.
Hari berikutnya, Kamis (9/4), rombongan melanjutkan kunjungan ke Universiti Sains Malaysia (USM), salah satu universitas riset terbaik di kawasan ASEAN. Sambutan hangat dari pihak kampus membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas. Dalam kesempatan tersebut, Wildan juga berdiskusi dengan mahasiswa PhD asal Pakistan yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi dosen Indonesia. Pertemuan ini turut membuka peluang kerja sama dalam bentuk guest lecture dan kolaborasi publikasi ilmiah.
Pada Jumat (10/4), kunjungan dilakukan ke Universiti Teknologi MARA (UiTM). Dalam sesi diskusi, Wildan berkesempatan menyampaikan gagasan kerja sama langsung kepada pimpinan kampus. UiTM memberikan respons positif dengan membuka peluang program internship, kunjungan laboratorium, hingga studi lanjut bagi dosen dan mahasiswa Tadris IPA di masa mendatang.
Tidak hanya kegiatan akademik, program ini juga diisi dengan pengabdian masyarakat melalui kunjungan ke Paguyuban Minang Saiyo di Malaysia. Dari hasil wawancara, diketahui bahwa paguyuban ini berperan penting sebagai wadah solidaritas dan pusat informasi bagi para perantau Indonesia, khususnya dalam hal perizinan usaha dan sertifikasi halal yang menjadi tantangan tersendiri di Malaysia.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Sabtu (11/4) dengan kunjungan ke PCINU Muslimat Malaysia. Dalam pertemuan tersebut, dibahas peluang kerja sama program KKN internasional bagi mahasiswa UIN KHAS Jember. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman global sekaligus memperluas wawasan mahasiswa.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, diharapkan terbuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember, sekaligus memperkuat daya saing dan mempertahankan akreditasi unggul program studi.



