Dari Tata Surya hingga Ide Skripsi Kreatif, Mahasiswa Bengkulu Belajar Bareng UIN KHAS Jember
Bengkulu, 21 September 2025 – Dosen sekaligus Koordinator Program Studi Tadris IPA UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Dinar Maftukh Fajar, M.PFis., diundang sebagai narasumber dalam kuliah tamu bertema “Bedah Materi dan Ide Skripsi Materi Tata Surya” di Program Studi Tadris IPA UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 5 dan menjadi bagian dari penguatan akademik sekaligus tindak lanjut kerja sama dalam forum Asosiasi Dosen Tadris IPA Indonesia (Adrispa).
Acara dibuka oleh Bapak Khosiin, M.Pd.Si., Ketua Jurusan Pendidikan Sains dan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Tadris, yang menekankan pentingnya integrasi sains dan Islam dalam pendidikan. Menurutnya, banyak ayat Al-Qur’an yang membicarakan ciptaan Allah berupa benda-benda langit, yang sekaligus menjadi pokok bahasan dalam materi Tata Surya. Sambutan juga disampaikan oleh Ibu Meirita Sari, M.Pd.Si., Koordinator Prodi Tadris IPA UIN FAS Bengkulu, yang menegaskan pentingnya kerja sama lintas perguruan tinggi untuk memperkuat pengembangan keilmuan. (DF)
Dalam sesi utama, Dinar Maftukh Fajar membahas konsep-konsep dasar Tata Surya, hukum Newton dan Keppler, hingga miskonsepsi yang sering muncul dalam pembelajaran astronomi. Ia juga memperkenalkan pemanfaatan berbagai media digital, mulai dari PhET Simulation, Stellarium, hingga virtual reality, yang dapat membuat pembelajaran Tata Surya lebih menarik dan kontekstual.
Kuliah tamu ini semakin hidup dengan adanya sesi interaktif melalui platform Mentimeter. Dari refleksi mahasiswa, terungkap berbagai tantangan dalam mempelajari Tata Surya, antara lain kesulitan menghafal nama dan urutan planet, membayangkan jarak antarbenda langit yang sangat besar, serta terbatasnya kesempatan melakukan pengamatan langsung dengan teleskop. Materi sering kali terasa abstrak, sehingga siswa merasa harus berhadapan dengan banyak istilah asing tanpa ilustrasi nyata.
Namun, di sisi lain, mahasiswa juga menyampaikan hal-hal yang membuat mereka menyukai materi Tata Surya, seperti keindahan fenomena alam (gerhana, fase bulan, dan rotasi bumi), rasa penasaran terhadap misteri luar angkasa, serta kekaguman pada keteraturan ciptaan Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya. Bagi sebagian mahasiswa, Tata Surya adalah materi yang mampu memadukan rasa ingin tahu ilmiah dengan pengalaman spiritual.
Menariknya, dari diskusi ini juga muncul sejumlah ide skripsi inovatif, di antaranya:
- Pengembangan game edukatif tentang Tata Surya.
- Media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR).
- Integrasi sains dengan pendidikan agama Islam dalam pembelajaran astronomi.
- Analisis miskonsepsi siswa tentang gerakan bumi, bulan, dan matahari.
- Studi etnosains mengenai tradisi masyarakat lokal dalam menyikapi fenomena gerhana.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa tidak hanya memahami lebih dalam tentang Tata Surya, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk merancang penelitian yang kreatif dan relevan. Kehadiran dosen Tadris IPA UIN KHAS Jember di forum akademik ini menjadi bukti nyata kontribusi prodi dalam memperkuat kolaborasi nasional, menghadirkan inovasi pembelajaran, dan meneguhkan peran UIN KHAS Jember sebagai pusat pengembangan pendidikan IPA yang unggul dan berdaya saing.




