Gemilang! Tadris IPA Jadi Prodi Terdepan dalam Capaian Tracer Study 2025
Jember — Program Studi Tadris IPA UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember kembali mencatat prestasi membanggakan. Pada tahun 2025, prodi ini berhasil meraih persentase tertinggi dalam pengisian tracer study alumni di seluruh lingkungan UIN KHAS Jember. Atas capaian tersebut, Kepala Unit Pengembangan Karir (UPK) memberikan penghargaan kepada Koordinator Program Studi Tadris IPA, Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.PFis, sebagai bentuk apresiasi atas upaya dan keberhasilannya. Penghargaan itu diberikan pada acara Focus Group Discussion Evaluasi dan Pelaporan Capaian Tracer Study 2025 yang digelar oleh UPK pada 28–29 November 2025 di Hotel Fortuna Grande Jember.
Tracer study memiliki fungsi yang sangat penting bagi lembaga pendidikan tinggi. Melalui tracer study, perguruan tinggi dapat mengetahui sejauh mana lulusan terserap di dunia kerja, tingkat relevansi kompetensi yang diajarkan dengan kebutuhan lapangan, serta bagaimana kualitas proses pendidikan dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Data tracer study juga menjadi bagian krusial dalam proses Audit Mutu Internal (AMI) dan akreditasi, karena menggambarkan keterhubungan antara kurikulum, kebutuhan industri, dan performa lulusan di masyarakat. Informasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, melainkan juga sebagai dasar perencanaan pengembangan kurikulum, pemetaan peluang kerja sama, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Dalam testimoninya, Dinar Maftukh Fajar menjelaskan langkah-langkah yang ia tempuh hingga Prodi Tadris IPA mampu mencapai hasil tertinggi. Ia memulai pelaksanaan tracer study bersamaan dengan Audit Mutu Internal (AMI) pada bulan Agustus hingga September, karena pada momen AMI inilah kebutuhan data tracer sangat mendesak untuk dipenuhi. Sebelum bergerak lebih jauh, ia meminta arahan kepada UPK terkait instrumen tracer study terbaru dan mendapatkan informasi bahwa sejak 2024 UPK sudah memberlakukan platform tracer study versi terbaru. Hal ini membuat prodi harus menyesuaikan diri dengan sistem yang lebih terintegrasi dan mutakhir.
Dinar kemudian menyusun daftar alumni yang lulus dalam dua tahun terakhir, khususnya lulusan 2023 dan 2024. Satu per satu alumni tersebut ia hubungi secara personal untuk memastikan mereka mengisi instrumen tracer study. Setiap malam ia memonitor perkembangan pengisian melalui platform dan memberikan pengingat kepada alumni yang belum mengisi. Meski harus melakukannya dengan telaten dan sabar, terutama karena sistem tracer study tahun ini tergolong baru, upaya tersebut membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Dalam waktu kurang dari satu pekan, tingkat pengisian tracer study Prodi Tadris IPA sudah melampaui 90 persen dari total alumni yang ditargetkan, menjadikannya capaian tertinggi di tingkat universitas.
Dinar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para alumni yang telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi. Menurutnya, prestasi ini tidak mungkin diraih tanpa dukungan penuh dari para alumni, khususnya lulusan tahun 2023 dan 2024 yang sangat kooperatif dalam proses pengisian. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi prodi untuk terus menjaga mutu, memperkuat hubungan dengan alumni, serta mempertahankan performa terbaik pada pelaksanaan tracer study di tahun-tahun berikutnya.
Keberhasilan Prodi Tadris IPA ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen terhadap kualitas, kedekatan dengan alumni, serta ketelatenan dalam pengelolaan data dapat menghasilkan capaian yang unggul dan membanggakan bagi institusi. Prodi Tadris IPA sekali lagi menunjukkan diri sebagai salah satu prodi paling progresif dan responsif dalam tata kelola mutu pendidikan di lingkungan UIN KHAS Jember. (DF/RH)




