Studi Lapang 2025 Mahasiswa Tadris IPA Angkatan 2022 UIN KHAS Jember di Taman Nasional Baluran
Baluran, 10–11 Juli 2025 — Mahasiswa UIN melaksanakan kegiatan studi lapangan selama dua hari di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktikum ekologi dan biologi lingkungan yang bertujuan untuk mengasah keterampilan observasi lapangan dan meningkatkan pemahaman terhadap ekosistem hutan, pesisir, dan laut secara langsung.
Hari Pertama: Tantangan Perjalanan dan Awal Eksplorasi Baluran
Rombongan mahasiswa berangkat dari kampus UIN sekitar pukul 06.30 WIB. Perjalanan sempat mengalami hambatan ketika bus yang ditumpangi mengalami kerusakan teknis sekitar pukul 08.30, yakni patahnya busi kendaraan yang menyebabkan rombongan tertahan cukup lama di perjalanan. Namun, semangat peserta tidak surut. Setelah melalui perbaikan dan koordinasi, rombongan akhirnya tiba di Villa Baluran sekitar pukul 12.30 untuk beristirahat sejenak.
Sekitar pukul 13.00, mahasiswa memulai eksplorasi awal ke area utama Taman Nasional Baluran. Di Studio Merak, peserta disambut oleh pengelola kawasan, Bapak Ade Suhar, yang memberikan pengarahan mengenai kondisi alam Baluran. Beliau menjelaskan bahwa Baluran dikenal sebagai "Africa van Java" karena lanskap savananya yang luas dan kaya keanekaragaman hayati. Kawasan ini memiliki lebih dari 330 jenis flora, 117 jenis burung, dan ekosistem khas hutan evergreen yang tetap hijau sepanjang tahun.
Setelah sesi pengenalan, sekitar pukul 13.43, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pantai dan kawasan pesisir utama. Sepanjang perjalanan, peserta berjalan kaki melewati hutan tropis dan padang rumput liar sambil melakukan pengamatan terhadap vegetasi dan ekosistem yang dijumpai.
Setibanya di kawasan pantai, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok untuk memulai kegiatan praktikum lapangan. Kegiatan sore hari mencakup:
- Praktikum pengambilan dan pengamatan plankton
- Review dan identifikasi jenis vegetasi mangrove
- Praktikum analisis kadar oksigen terlarut dalam perairan
Seluruh aktivitas dilakukan dengan didampingi dosen dan asisten praktikum. Setelah kegiatan selesai, peserta kembali ke Villa Baluran untuk istirahat, makan malam, rapat evaluasi kegiatan hari pertama, dan bermalam.
Hari Kedua: Observasi Lanjutan dan Praktikum Ekosistem Savana
Hari kedua dimulai lebih awal. Setelah bangun pagi dan sarapan bersama, mahasiswa bersiap menuju kawasan Pantai Bama menggunakan truk yang disediakan pengelola. Di Pantai Bama, mahasiswa kembali mendapatkan briefing sebelum melanjutkan kegiatan praktikum dan pengamatan ekosistem pesisir.
Kegiatan utama hari kedua meliputi:
- Praktikum plankton lanjutan dengan metode penyaringan dan pengamatan mikroskopis
- Pengukuran produktivitas primer perairan menggunakan metode botol terang dan botol gelap
- Pengamatan dan identifikasi vegetasi mangrove secara lebih mendalam
Setelah menyelesaikan pengamatan ekosistem pesisir, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Bekol, yang terkenal dengan padang savananya yang luas. Di sana, mahasiswa melakukan:
- Praktikum vegetasi herba dengan pengamatan struktur komunitas tumbuhan savana
- Diskusi lapangan mengenai hubungan antarorganisme di habitat terbuka
- Pengambilan data vegetasi untuk analisis indeks keanekaragaman
Setelah seluruh rangkaian praktikum selesai, mahasiswa kembali ke titik parkir dan melanjutkan perjalanan kembali ke Villa Baluran. Di villa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi analisis data sementara di laboratorium lapangan, diskusi kelompok, dan persiapan laporan hasil praktikum.
Kegiatan ditutup dengan refleksi singkat dan penyampaian pesan dari dosen pembimbing. Mahasiswa kemudian bersiap melakukan perjalanan pulang ke kampus dengan membawa pengalaman, ilmu, dan kesadaran baru tentang pentingnya menjaga ekosistem alam Indonesia.
Kegiatan studi lapangan ke Taman Nasional Baluran ini bukan hanya menjadi momen belajar akademik, tetapi juga penguatan karakter mahasiswa dalam hal kerja sama, ketangguhan, dan kepedulian lingkungan. Interaksi langsung dengan alam mengajarkan bahwa ilmu tidak hanya diperoleh dari buku, tetapi juga dari pengalaman dan pengamatan nyata.




