Perkin 2026 Jadi Kompas Tadris IPA Mempertahankan Akreditasi Unggul
Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 April 2026, resmi ditutup di Hotel Kalibaru Cottage Banyuwangi. Forum strategis ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan arah kebijakan fakultas berbasis data, akuntabilitas, dan capaian kinerja terukur. Seluruh pimpinan universitas, fakultas, hingga program studi hadir aktif dalam merumuskan langkah konkret penguatan mutu pendidikan tinggi.
Dalam forum tersebut, Program Studi Tadris IPA tampil sebagai salah satu prodi yang menunjukkan kesiapan akseleratif menuju daya saing nasional dan internasional. Di bawah koordinasi Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.PFis., Tadris IPA tidak hanya berperan aktif, tetapi juga progresif dalam merumuskan strategi pengembangan berbasis indikator kinerja utama (IKU) dan Perjanjian Kinerja (Perkin) yang terukur dan realistis.
Pada hari kedua, pembahasan difokuskan pada evaluasi capaian tahun 2025 dan perumusan program kerja 2026. Tadris IPA menegaskan komitmennya pada penguatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui peningkatan kerja sama aktif yang berdampak nyata, minimal dua kolaborasi strategis setiap tahun. Selain itu, percepatan internasionalisasi akademik menjadi prioritas melalui penyelenggaraan guest lecture internasional dan keterlibatan dosen dalam forum ilmiah global.
Memasuki hari terakhir, penandatanganan Perjanjian Kinerja (Perkin) menjadi titik krusial yang menandai komitmen institusional. Koorprodi Tadris IPA secara resmi menandatangani dokumen tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dalam mencapai target kinerja 2026, di antaranya peningkatan jumlah mahasiswa baru minimal 2%, pemenuhan ≥90% indikator akreditasi, serta peningkatan kompetensi dosen dengan target minimal 60% dosen mengikuti pelatihan dan sertifikasi.
Dalam aspek luaran, Tadris IPA juga menargetkan peningkatan signifikan pada publikasi ilmiah, dengan rasio produktivitas dosen mencapai 1:3 serta minimal 30 publikasi pada jurnal terindeks SINTA. Tidak hanya itu, prodi juga mendorong peningkatan sitasi ilmiah hingga 400 sitasi, serta memperluas peran dosen dalam forum ilmiah sebagai narasumber dan keynote speaker.
Kesiapan menuju akreditasi LAMDIK versi 3 menjadi salah satu fokus utama. Tadris IPA secara sistematis melakukan pemenuhan dokumen borang, penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta integrasi nilai keilmuan dan moderasi beragama dalam pembelajaran. Selain itu, prodi juga menaruh perhatian pada perlindungan mahasiswa melalui penyediaan SOP pencegahan bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.
Dalam bidang kemahasiswaan, Tadris IPA menargetkan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam program MBKM, kompetisi ilmiah, serta penguatan prestasi akademik dan non-akademik. Minimal 10 mahasiswa ditargetkan meraih prestasi, serta peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset dan pengabdian berbasis kolaborasi dosen.
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, Tadris IPA juga menguatkan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) melalui integrasi riset, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun prodi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak sosial.
Dalam pernyataannya, Koorprodi Tadris IPA menegaskan bahwa seluruh strategi yang disusun tidak hanya berorientasi pada capaian akreditasi, tetapi juga pada pembangunan budaya akademik yang produktif dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami tidak hanya menargetkan peningkatan nilai akreditasi, tetapi juga membangun ekosistem akademik yang kuat, produktif, dan kolaboratif. Tadris IPA harus menjadi prodi yang mampu melahirkan lulusan unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan implementasi program kerja sangat bergantung pada komitmen dan sinergi seluruh elemen. Dengan berakhirnya RAKERPIM 2026, seluruh program studi, termasuk Tadris IPA, diharapkan segera mengimplementasikan strategi yang telah dirumuskan.
Dengan semangat transformasi dan berbasis kinerja terukur, Tadris IPA UIN KHAS Jember menunjukkan langkah nyata menuju prodi unggul, adaptif, dan berdaya saing global.



