s1.tadrisipa@uinkhas.ac.id

Tadris IPA Go Global: Asistensi Mengajar ke Thailand–Malaysia Jadi Sorotan RAKERPIM FTIK 2026

Home >Berita >Tadris IPA Go Global: Asistensi Mengajar ke Thailand–Malaysia Jadi Sorotan RAKERPIM FTIK 2026
Diposting : Selasa, 12 May 2026, 11:35:54 | Dilihat : 26 kali
Tadris IPA Go Global: Asistensi Mengajar ke Thailand–Malaysia Jadi Sorotan RAKERPIM FTIK 2026


 

Tadris IPA – Forum Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember memasuki sesi evaluatif yang semakin dinamis pada malam hari pertama, Selasa (28/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kalibaru Cottages Hotel Banyuwangi ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian sekaligus merumuskan arah pengembangan kelembagaan ke depan. Dalam arahannya, Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa penguatan mutu akademik harus berjalan seiring dengan inovasi dan adaptasi terhadap tantangan global. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai perspektif yang memperkaya rumusan kebijakan strategis fakultas.

Seluruh unsur pimpinan fakultas hadir dalam forum ini, mulai dari dekanat, pimpinan jurusan, hingga koordinator program studi. Keterlibatan berbagai elemen tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun tata kelola akademik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Program Studi Tadris IPA tampil sebagai salah satu prodi yang konsisten memberikan kontribusi gagasan berbasis penguatan sains dan pembelajaran inovatif. Di bawah koordinasi Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.PFis., Tadris IPA terus mendorong sinergi lintas bidang sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.

Salah satu isu penting yang mengemuka dalam forum adalah rencana pembukaan program studi baru, yaitu Bimbingan dan Konseling. Rencana ini didasarkan pada hasil survei kebutuhan dari berbagai mitra lembaga pendidikan. Kehadiran prodi baru tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang layanan konseling siswa. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pengembangan fakultas yang adaptif terhadap perubahan zaman. Tadris IPA menyambut baik rencana tersebut sebagai peluang kolaborasi lintas keilmuan, sehingga sinergi antarprodi diharapkan semakin kuat.
 

1 Milyar untu Pengembangan Laboratorium

Selain pengembangan prodi, perhatian besar juga diberikan pada peningkatan sarana dan prasarana. Dekan mengungkapkan bahwa FTIK telah mengalokasikan anggaran lebih dari satu miliar rupiah untuk pengembangan laboratorium terpadu. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan riset. Bagi Tadris IPA sebagai prodi berbasis sains, kebijakan ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat keterampilan praktikum dan aktivitas riset mahasiswa. Di sisi lain, penguatan riset juga terus didorong melalui program penelitian kolaboratif yang melibatkan dosen dan mahasiswa secara aktif, sebagai bagian dari pengembangan budaya akademik yang produktif.

Dalam aspek akademik, peningkatan kualitas proses pembelajaran menjadi fokus utama yang terus dikawal. Koordinator program studi, termasuk Tadris IPA, didorong untuk memastikan implementasi pembelajaran berjalan optimal serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejalan dengan itu, internasionalisasi ditetapkan sebagai salah satu prioritas strategis dalam pengembangan prodi.

Tadris IPA Go Internasional

Pada tahun ini, Tadris IPA memberangkatkan mahasiswa untuk mengikuti program asistensi mengajar di Thailand dan Malaysia. Program ini tidak hanya berfokus pada praktik mengajar, tetapi juga diintegrasikan dengan kegiatan penelitian pra pendahuluan skripsi serta pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional, sehingga memberikan pengalaman akademik yang lebih komprehensif.

Ke depan, Tadris IPA juga merancang berbagai agenda internasional lainnya, seperti penyelenggaraan kuliah tamu dengan narasumber dari luar negeri serta penguatan rekognisi dosen di tingkat global. Salah satu capaian yang telah diraih adalah keterlibatan dosen Tadris IPA, Mohammad Wildan Habibi, M.Pd., sebagai narasumber dalam kegiatan riset dan pengabdian di Malaysia. Berbagai langkah ini menunjukkan komitmen nyata Tadris IPA dalam memperluas jejaring internasional sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman global yang relevan dan berdaya saing.

Tidak hanya aspek akademik, pembentukan karakter mahasiswa juga menjadi perhatian serius. Dekan menggagas gerakan budaya berpakaian profesional sebagai calon pendidik, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan etika sejak dini. Tadris IPA mendukung penuh inisiatif tersebut sebagai bagian dari pembinaan karakter mahasiswa. Selain itu, pentingnya keterbukaan terhadap aspirasi mahasiswa juga ditekankan melalui penyediaan saluran komunikasi yang efektif dan responsif di setiap program studi.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Koordinator Prodi Tadris IPA, Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.PFis., berharap seluruh upaya yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas akademik, memperkuat budaya profesional, serta mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang unggul dan berdaya saing global, dengan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika dan mitra yang terlibat.

 


 

;